Latest Entries »

Menjadi seorang pengusaha atau pebisnis yang sukses tentu adalah impian setiap orang, tapi bagaimana cara seseorang untuk memulai bisnis ini yang agak sulit. Sehingga dibutuhkan semacam tuntunan bagi para pemula agar dapat ikut bersaing.

Apakah waralaba cocok bagi pebisnis pemula…?
Apakah waralaba akan membawa kita pada kesuksesan kilat…?
Pertanyaan itulah yang sering kita dengar.

Menjadi seorang pebisnis diperlukan suatu takaran dan pertimbangan yang cukup matang, apakah bisnis itu adalah bisnis mandiri yang kita buat secara mandiri, mulai dari awal, ataupun bisnis itu adalah bisnis yang sudah teruji di lapangan. Memilih waralaba sebagai cara kita memulai bisnis boleh dikatakan sedang menjadi tren masa kini. Setiap kali ada pameran produk waralaba, peminatnya berjejal. Tapi benarkah dengan formula bernama waralaba menjadikan kita menjadi pebisnis handal ?. Waralaba seperti apakah yang akan membawa kita pada kesuksesan ?. Tulisan ini ingin sekedar memberi petunjuk bahwa seperti juga cara bisnis yang lain, waralaba pun harus di pilih secara matang.
View full article »

suaramu…

suaramu menggetarkan langit malam anakku…

kau terjang kakimu didunia fana ini dengan hentakan awalmu…

tangisannu menjelma menjadi nyanyian harapan…

oh…anakku…

kau lahir dengan begitu indahnya…

Tuhan kirim kau melalui rahimku…

hadiah terindah milikku…

matamu terbuka pandang wajahku…

tanganmu mengepal terantuk ibumu…

masih ada harum surga ditubuhmu…

oh anakku….

suaramu menggetarkan naluriku…

kekasih…

kekasih …

kata-katamu bagai titik hujan dikemarau panjang

bias matamu bagai ombak laut

menerjang karang dengan hentaman…

ohhhh…..

seandainya saja kekasih…

air mataku tak berakhir di sini..

mengurai hati yang semakin rapuh…

kemudian mengalir hingga senyap…

oh…kekasih…

kata-katamu seolah menyentuh dinding jantungku..

membongkar setiap helai jiwaku..

dan terantuk dalam hangat dekapanmu…

aku luluh oleh manisnya ucapanmu..

terbuai dalam mimpi..yang kau cipta…

berharap itu nyata…

merindu

tengadah kemarau hujan tak datang…

tanah gersang rindukan hujan…

awan bergelayut tanpa gemerisik..

laut berdesir….lambat….

oh……..

merindu bukan berarti..jatuh

kemudian luluh…

walaupun padamu…

milikku

jika matamu tak sewarna laut

mungkin aku takkan mengingatmu…

jika nafasmu tak seranum  melati..

mungkin aku sudah melupakanmu

mataku seolah hanya sewarna dengan warna lautmu…

mencoba meraba seari…melatimu…

salahkah jikA Pesonamu meruntuhkan dinding jiwaku…

yang meronta…

sekedar ingin melihat teduh lautmu….

ramadhan

Yang penyayang……

betapa aku begitu malas hanya untuk mengenalmu…

Yang pengasih…..

betapa aku begitu enggan berjumpa denganmu…

oh seandainya saja sepertiga malam itu milikku…

aku mungkin lebih mengenalmu….

oh seandainya saja malam seribu bulan itu untukku

oh…betapa menuju Mu aku begitu lunglai…

bukankah hariku buih….bagiMu..

semoga saja sepertiga malam hari ini

adalah milikku..

dan ramadhan kali ini

lailaulqodarnya menyentuhku…

amin…

jika

jika saja pasang dapat diulang…

maka hari ini aku tak karam…

jika saja rembulan hari ini bulat..

maka riak laut berubah warna…

oh jika saja waktu bergelayut dan lambat

maka hari ini aku tak rindu malam…

waktu menepi tanpa setapak..

bahkan habis tanpa jejak..

jika saja hari ku lebih buruk dari kemarin..

setapak jejakku tentu muram…..dan merugi…

beruntunglah  dirimu bunga…

kuntummu mekar dihari bahagia..

saat kuncup mulai tiba..

kau diam seribu rasa…

kuntummu  mekar dengan sejuta aroma..

hingga semerbak sejuta rasa…

jika saja aku kumbang..tanpa bunga..

sari semerbakmu hanya milikku…

jika saja…

kau dan aku

kau dan aku seperti awan dan titik air…

yang selalu ada dan tiada…

adakalanya awan datang tapi hujan tak basah…

kau dan aku seperi riak dan gelombang

yang beradu basah dalam lautan

aku dan dirimu beriak dalam satu lautan

mencoba mengayuh gelombang..

yang datar dan terjang.

sesekali kita riak ketepian..

kadang terbelah ditengah batu karang..

kemudian kembali bersatu dalam riak ombak siang..

terhampar dalam putihnya pasir pantai…

terhenyak kala matahari mulai terbenam..

dan kembali beriak saat rembulan pasang…

itulah kau dan aku…

beriak namun tak bergelombang..

berakit hingga pasir pantai kembali landai…

semoga selamat hingga kembali pasang…

pelangi hati

jika berwarna adalah sejuta pesona

seperti pelangi yang turun kala hujan siang

jika kelabu adalah tak seriak

seperti langit yang mendung

adakah hatiku kini turun pelangi..

yang penuh dengan warna…

ataukah hatiku kini hujan..

karena aku merasa kelabu…

dimana…

dimana penolongku wahai dunia..

saat lolongan itu riuh menyentuh hatiku..

dimana sekat tegar itu wahai kawan..

saat tubuhku nyaris hilang dalam dentaman…

oh …..tubuh kecilku nyaris luruh..

aku ingin beriak..

agar aku goncang..

tapi siapa penolongku…

wahai dunia…

oh…

tubuh kecilku hanyut dalam genangan air mata…

nyaris lumpuh tak bernyawa…

jika saja ..

saat itu….ada yang datang..

dan menolongku..

mungkin saat ini hatiku..

tak berantak..dan nanah…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.