Test isi blog lewat MS Word

The only issue I’ve had with WLW and tables is you have to remember to size your overall table to fit your blog template. For some reason WLW doesn’t adjust tables to the right size for me but once in WP editor I just grab a corner and size them to 500 pixels width if I let them get too wide. Also the tables aren’t editable once up; ie inserting a row, sorting, so you need to do all that in WLW. In fact, I haven;t found a way to add a row to a table once published even to append a row to the end. So, I just save my WLW draft and update that then republish. It’s not that big a deal to do, really. I’m probably doing it the hard way but it gets it done.

suaramu…

suaramu menggetarkan langit malam anakku…

kau terjang kakimu didunia fana ini dengan hentakan awalmu…

tangisannu menjelma menjadi nyanyian harapan…

oh…anakku…

kau lahir dengan begitu indahnya…

Tuhan kirim kau melalui rahimku…

hadiah terindah milikku…

matamu terbuka pandang wajahku…

tanganmu mengepal terantuk ibumu…

masih ada harum surga ditubuhmu…

oh anakku….

suaramu menggetarkan naluriku…

kekasih…

kekasih …

kata-katamu bagai titik hujan dikemarau panjang

bias matamu bagai ombak laut

menerjang karang dengan hentaman…

ohhhh…..

seandainya saja kekasih…

air mataku tak berakhir di sini..

mengurai hati yang semakin rapuh…

kemudian mengalir hingga senyap…

oh…kekasih…

kata-katamu seolah menyentuh dinding jantungku..

membongkar setiap helai jiwaku..

dan terantuk dalam hangat dekapanmu…

aku luluh oleh manisnya ucapanmu..

terbuai dalam mimpi..yang kau cipta…

berharap itu nyata…

merindu

tengadah kemarau hujan tak datang…

tanah gersang rindukan hujan…

awan bergelayut tanpa gemerisik..

laut berdesir….lambat….

oh……..

merindu bukan berarti..jatuh

kemudian luluh…

walaupun padamu…

milikku

jika matamu tak sewarna laut

mungkin aku takkan mengingatmu…

jika nafasmu tak seranum  melati..

mungkin aku sudah melupakanmu

mataku seolah hanya sewarna dengan warna lautmu…

mencoba meraba seari…melatimu…

salahkah jikA Pesonamu meruntuhkan dinding jiwaku…

yang meronta…

sekedar ingin melihat teduh lautmu….

ramadhan

Yang penyayang……

betapa aku begitu malas hanya untuk mengenalmu…

Yang pengasih…..

betapa aku begitu enggan berjumpa denganmu…

oh seandainya saja sepertiga malam itu milikku…

aku mungkin lebih mengenalmu….

oh seandainya saja malam seribu bulan itu untukku

oh…betapa menuju Mu aku begitu lunglai…

bukankah hariku buih….bagiMu..

semoga saja sepertiga malam hari ini

adalah milikku..

dan ramadhan kali ini

lailaulqodarnya menyentuhku…

amin…

jika

jika saja pasang dapat diulang…

maka hari ini aku tak karam…

jika saja rembulan hari ini bulat..

maka riak laut berubah warna…

oh jika saja waktu bergelayut dan lambat

maka hari ini aku tak rindu malam…

waktu menepi tanpa setapak..

bahkan habis tanpa jejak..

jika saja hari ku lebih buruk dari kemarin..

setapak jejakku tentu muram…..dan merugi…

beruntunglah  dirimu bunga…

kuntummu mekar dihari bahagia..

saat kuncup mulai tiba..

kau diam seribu rasa…

kuntummu  mekar dengan sejuta aroma..

hingga semerbak sejuta rasa…

jika saja aku kumbang..tanpa bunga..

sari semerbakmu hanya milikku…

jika saja…

kau dan aku

kau dan aku seperti awan dan titik air…

yang selalu ada dan tiada…

adakalanya awan datang tapi hujan tak basah…

kau dan aku seperi riak dan gelombang

yang beradu basah dalam lautan

aku dan dirimu beriak dalam satu lautan

mencoba mengayuh gelombang..

yang datar dan terjang.

sesekali kita riak ketepian..

kadang terbelah ditengah batu karang..

kemudian kembali bersatu dalam riak ombak siang..

terhampar dalam putihnya pasir pantai…

terhenyak kala matahari mulai terbenam..

dan kembali beriak saat rembulan pasang…

itulah kau dan aku…

beriak namun tak bergelombang..

berakit hingga pasir pantai kembali landai…

semoga selamat hingga kembali pasang…

pelangi hati

jika berwarna adalah sejuta pesona

seperti pelangi yang turun kala hujan siang

jika kelabu adalah tak seriak

seperti langit yang mendung

adakah hatiku kini turun pelangi..

yang penuh dengan warna…

ataukah hatiku kini hujan..

karena aku merasa kelabu…