Menjadi seorang pengusaha atau pebisnis yang sukses tentu adalah impian setiap orang, tapi bagaimana cara seseorang untuk memulai bisnis ini yang agak sulit. Sehingga dibutuhkan semacam tuntunan bagi para pemula agar dapat ikut bersaing.
Apakah waralaba cocok bagi pebisnis pemula…?
Apakah waralaba akan membawa kita pada kesuksesan kilat…?
Pertanyaan itulah yang sering kita dengar.
Menjadi seorang pebisnis diperlukan suatu takaran dan pertimbangan yang cukup matang, apakah bisnis itu adalah bisnis mandiri yang kita buat secara mandiri, mulai dari awal, ataupun bisnis itu adalah bisnis yang sudah teruji di lapangan. Memilih waralaba sebagai cara kita memulai bisnis boleh dikatakan sedang menjadi tren masa kini. Setiap kali ada pameran produk waralaba, peminatnya berjejal. Tapi benarkah dengan formula bernama waralaba menjadikan kita menjadi pebisnis handal ?. Waralaba seperti apakah yang akan membawa kita pada kesuksesan ?. Tulisan ini ingin sekedar memberi petunjuk bahwa seperti juga cara bisnis yang lain, waralaba pun harus di pilih secara matang.
Mengapa harus Waralaba ?
1. Sudah memiliki ciri khas usaha
Sehingga pebisnis pemula sudah tidak lagi direpotkan dengan berfikir, ciri khas usaha seperti apakah yang nantinya akan dikembangkan, pilihlah ciri khas usaha dari pemberi waralaba yang sudah dikenal luas oleh khalayak, bagaimana cara mengetahui nya, kita akan dapat melihat daftar penerima waralaba, semakin banyak penerima waralabanya biasanya ciri khas usahanya sudah semakin dikenal masyarakat.sehingga tidak lagi direpotkan dengan promosi, karena biasanya masyarakat sudah mengenal ciri khas tersebut.
2. Terbukti sudah memberikan keuntungan
Belilah hanya waralaba yang sudah memberikan keuntungan. Dengan membeli waralaba yang sudah memberikan keuntungan, maka pebisnis pemula akan lebih mudah untuk meraih keuntungan selanjutnya. Jangan membeli waralaba yang keuntungannya masih dipertanyakan, oleh karena itu bacalah prospektus waralaba sebelum memutuskan untuk membeli waralaba tertentu.
3. Mendapat bimbingan dari pebisnis yang telah berhasil
Inilah yang menjadi point penting mengapa pebisnis pemula saya sarankan untuk melakukan pola waralaba untuk bisnis awal. Transfer pengetahuan dari pemilik bisnis yang telah teruji dilapangan sangat dibutuhkan. Bagaimana cara me-manage suatu usaha, membuat pembukuan, mencari karyawan. Dan biasanya ada pula pemberi waralaba yang memberikan bantuan bagaimana caranya agar seorang pebisnis pemula mendapatkan modal usaha.
Usaha Waralaba apa yang akan anda beli ?
Perkembangan bisnis waralaba di Indonesia dari tahun ketahun meningkat cukup tajam, baik waralaba asing maupun waralaba lokal. Walaupun masih didominasi oleh bisnis rumah makan tapi sekarang bermunculan variasi lain dari bisnis ini.
Apa saja bentuk-bentuk waralaba ?, menurut Juajir Sumardi :
A. Waralaba Format Bisnis
Dalam bentuk ini seorang penerima waralaba memperoleh hak untuk memasarkan dan menjual produk atau pelayanan dalam suatu wilayah atau lokasi yang spesifik.Dengan menggunakan standar oprasional dan pemasaran. Dalam bentuk ini terdapat tiga jenis format bisnis waralaba :
A.1.Waralaba pekerjaan
dalam bentuk ini pemegang waralaba yang menjalankan usaha waralaba pekerjaan sebenarnya adalah memberi dukungan untuk usahanya sendiri. Misalnya, ia mungkin menjual usaha penyetelan mesin mobil dengan merk waralaba tertentu. Bentuk waralaba seperti ini cenderung lebih murah, karena umumnya hanya membutuhkan modal yang kecil karena tidak menggunakan tempat dan perlengkapan yang berlebihan.
Contoh waralaba ini antara lain bengkel mobil, salon kecantikan. Disarankan kepada calon pebisnis yang memilih waralaba macam ini adalah seseorang yang sudah terbiasa berkecimpung pada pekerjaan tersebut.
A.2. Waralaba usaha
Pada saat ini, waralaba inilah yang berkembang pesat. Bentuknya mungkin dapat berupa toko eceran, restoran fastfood dsb. Biaya yang dibutuhkan lebih besar dari waralaba pekerjaan. Karena dibutuhkan tempat usaha dan peralatan khusus.
A.3. Waralaba investasi
Ciri utama yang membedakan waralaba ini dengan waralaba pekerjaan dan waralaba usaha adalah, besarnya usaha,khususnya adalah besarnya investasi yang dibutuhkan. Waralaba investasi adalah perusahaan yang sudah mapan,dan investasi awal yang dibutuhkan dimungkin berada dikisaran miliaran. Biasanya waralaba invenstasi dilakukan oleh orang yang sudah berpengalaman secara bisnis, tapi dikarenakan belum perngalaman dalam bisnis baru, maka ia akan mengambil sistem ini, biasanya bisnis ini merupakan divrersifikasi dari usaha yang telah jalan. Contohnya suatu hotel diakan akan memih cara waralaba yang memungkinkan memperoleh bimbingan dan dukungan.
B. Waralaba distribusi produk
Pada tipe ini seorang penerima waralaba memperoleh lisensi esklusif untuk memasarkan produk dari suatu perusahaan tunggal dalam lokasi yang spesifik.
Dari ketiga bentuk-bentuk waralaba yang saya sebutkan diatas, manakah yang cocok untuk dipilih oleh seorang pebisnis pemula…?
Untuk seorang pebisnis pemula yang sudah memiliki keahlian tertentu, keahliannya bisa saja dia adalah seoarang mekanik handal, atau seorang penata rambut handal, yang ingin membuka usaha, tetapi belum perngalaman dalam membuka usaha, saya sarankan untuk membuka bisnis waralaba pekerjaan. Biasanya dalam waralaba ini pebisnis pemula tinggal menggunakan nama pemilik Franchise, dan akan dibimbing dari segi managerial, pembukuan dan hal-hal yang berhubungan dengan bisnis tersebut. Dan bisnis ini biasanya tidak memerlukan modal yang cukup banyak.
Untuk waralaba usaha, seperti membuka restoran fast food, toko eceran, saya sarankan dilakukan oleh seorang pebisnis pemula yang memiliki modal cukup banyak,karena biasanya dalam bisnis ini investasi awal sudah cukup besar.
Untuk waralaba investasi saya tidak menyarankan dilakukan oleh pebisnis pemula, biasanya waralaba ini dilakukan oleh suatu perusahaan yang sudah mapan tetapi tidak memiliki pengalaman managerial pada bentuk usaha baru yang akan dijalankannya. Waralaba distribusi produk juga merupakan waralaba yang memerlukan modal yang cukup besar. Dan juga dibutuhkan kemampuan yang hampir sama dengan pemegang waralaba sesungguhnya, karena pemegang waralaba distribusi produk harus bertanggung jawab pada wilayah distribusi yang dipegangnya.
Apakah hanya waralaba pekerjaan yang dapat dimiliki oleh seorang pebisnis pemula ?
Saya lebih menyarankan demikian, karena dari sisi modal juga lebih kecil dan yang sangat penting adalah bahwa bisnis yang akan kita miliki adalah bisnis yang secara pekerjaannya kita kuasai sehingga lebih mudah untuk melakukan pengawasan dan pengembangan.
Untuk waralaba bentuk usaha yang sekarang berkembang cukup pesat, dan ada banyak contoh bentuk waralaba model ini yang sekarang tidak lagi membutuhkan modal besar dikarenakan usahanya pun tidaklah terlalu besar, contohnya Kebab turki, yang usaha penjualannya cukup menggunakan gerobak dorong.
Dari sisi modal usaha ini tidaklah terlalu besar, yang harus dilihat dari waralaba usaha yang berkembang pesat sekarang ini adalah. Berapa lama usaha waralaba tersebut sudah berhasil, berapa keuntungan yang sudah dihasilkan. Saya menyarankan untuk membeli usaha waralaba jenis ini yang sudah diatas 5 tahun pembukuan. Tidak disarankan membeli waralaba yang tahun pembukuannya masih sangat minimal. Dan yang paling penting juga adalah minat anda, jika anda tidak suka masak jangan membeli waralaba yang faktor utamanya adalah memasak, pilihlah yang anda kuasai dan anda sukai.
Berikut adalah syarat minimal yang harus diperhatikan oleh para pembeli waralaba pemula :
1. Bimbingan dalam penentuan letak usaha
Diskusikan dengan pemilik waralaba, di manakah biasanya usaha tersebut berhasil dipasarkan. Jika pemilik waralaba mempunyai kekhususan dalam letak usaha, diharapkan mengikuti letak usaha tersebut, karena biasanya letak usaha merupakan salah satu ciri kekhususan usaha waralaba itu sendiri.
2. Bimbingan pembukuan
Para pebisnis pemula biasanya mengalami kesusahan yang cukup berat pada masalah ini. Oleh karena itu diskusikan dengan baik, sejauh mana bimbingan dari pemilik waralaba untuk anda dalam hal pembukuan usaha.
3. Pengembalian fee waralaba
Bisnis memang tak selamanya berhasil, oleh karena itu untuk para pebisnis awal, saya sangat menyarankan agar, membeli suatu waralaba yang akan bertanggung jawab jika saja modal yang telah anda keluarkan kemudian tidak berhasil di lapangan, anda akan mendapatkan suatu pengembalian fee, walaupun tentu tidak seluruhnya. Oleh karena itu hati-hatilah membeli produk waralaba, jangan terjebak oleh murahnya join fee, tapi anda tidak mendapatkan transfer pengetahuan yang baik. Telitilah sebelum membeli itu harus selalu menjadi patokan awal kita.
4. Informasi tentang pemilik waralaba
Informasi ini menjadi penting untuk mengetahui tingkat kehandalan sang pemilik waralaba, manager ial waralaba tersebut, jajaran direksi, akan menjadi pertimbangan bagi kita mengenai siapa dan bagaimana sepak terjang mereka dalam mengembangkan bisnis waralaba yang akan anda beli.
Bisnis memang tak selalu berhasil, tapi faktor berhasil atau tidaknya bisnis itupun tergantung dari cara kita memilih sesuatu. Waralaba hanyalah suatu cara untuk memasarkan barang dari pemilik waralaba itu sendiri. Inilah yang harus menjadi patokan awal kita, bahwa kita akan mengikuti sepenuhnya pemberi waralaba. Walaupun dalam waralaba tidak dikenal adanya sistem atasan bawahan, tetapi bahwa sang pemegang waralaba adalah orang yang menjadi patokan kita, adalah benar adanya.
Secara bisnis kita mandiri, tetapi secara produk kita adalah kaki tangan sang pemilik waralaba untuk memasarkan produknya secara lebih luas lagi. Dari sisi pemegang waralaba keberadaan semakin banyaknya penerima waralaba dapat menjadi angin segar bagi pemasaran produknya. Oleh karena itu pemilihan waralaba haruslah seselektif mungkin, karena seberapa besarpun modal yang akan kita keluarkan nanti hasil akhirnya bukan hanya, sekedar keuntungan yang didapat tapi juga transfer pengetahuan, sehingga kita akhirnya dapat menjadi seorang pebisnis sesungguhnya.,
