Latest Entries »

Kebohongan e –KTP

Minggu kemarin dikarenakan KTP saya yang lama harus segera berakhir akhirnya dengan sangat semangat saya segera menuju kelurahan untuk memperbaharui status kependudukan saya ditambah lagi domisili kami berpindah dari kelurahan karang tengah ke kelurahan pondok pucung bintaro.Semangat saya sebenarnya saat itu adalah 5 kali lipat karena berdasarkan rumor yang berkembang penggunaan proyek baru E-KTP telah membuat proses pembuatan KTP menjadi lebih mudah dan lebih canggih,diantaranya adalah adanya penggunaan retina scan dan sidik jari. Sebuah terobosan baru yang membuat saya ingin tahu sejauh manakah penggunaan itu berimbas terhadap masalah database penduduk Indonesia yang sangat tumpang tindih.

Sebelum pergi saya memang telah menyiapkan dokumen yang mungkin saja akan digunakan, diantaranya tentu saja adalah nomer NIK ( nomor induk kependudukan) yang berdasarkan peraturan tersebut adalah sebuah nomor yang dirancang untuk seumur hidup. Untuk saya saat itu merasa bahwa perjalanan saya kali ini akan menjadi pengalaman baru, karena saya sudah sangat membayangkan akan mengalami sebuah perubahan masa, dimana dalam pembuatan KTP (kartu tanda penduduk) yang notabene adalah sebuah sertifikat domisili seseorang kini mengalami perubahan, dengan adanya Retina scan dan sidik jari saya nyaris percaya bahwa tetek bengek kelurahan dan RT ( rukun Tetangga) dan RW (rukun Warga ) akan segera Sirna.

 

Saya membayangkan bagaimana dalam masa hidup saya sebuah mimpi saya tentang bagaimana dalam film-film amerika saya meihat data seseorang dapat mudah dibuka dan dibandingkan , sehingga meminimalisir pemalsuan dan data ganda akan terjadi ,kini akan ada dalam negara saya, dan perubahan itu telah menyentuh sebuah substansi yang sangat penting yaitu data penduduk, sehingga KTP rangkap diharapkan tidak lagi terjadi. Itulah gunanya Retina Scan dan sidik jari yang selama ini saya dengar. Sebuah terobosan yang bagus dan layak dipuji. Begitulah alam nalar saya berimajinasi.

Di kelurahan

Dalam perjalanan saya memang sempat merasa ragu apakah benar sebuah lompatan besar seperti itu dapat terjadi sebenarnya muncul sekitar 70 % dari perkiraan saya, walaupun terkadang setelah mendengar berita dari berbagai sumber saya semakin yakin bahwa keraguan saya agak sedikit berkurang. Tapi apa yang saya khawatirkan ternyata terjadi, begitu sampai ke kelurahan, saya diminta untuk membuat kartu keluarga baru sebagai syarat pembuatan KTP dan juga diharuskan membuat surat keterangan dari RT dan RW setempat, saya senyum sendiri, bukankah selama ini yang menjadi tempat gagalnya masalah ini diantaranya banyak terjadinya KTP Ganda adalah sistem ini.

Saya jadi tidak habis fikir apa gunanya retina scan dan sidik jari jika untuk memastikan kita sebagai warga negara harus menuju RT dan RW?

 

RT Dan RW tidak perlu lagi

 

Dalam imajinasi saya dalam perjalanan tadi saya sempat berfikir proses yang selama ini membuat lama dan menjadi tempatnya KTP ganda telah berakhir, dikarenakan syarat utama tidak terjadinya KTP ganda adalah Retina Scan dan sidik jari, tapi kini yang jadi masalah adalah hal itu tidak terjadi tonggak awal yang menyaring itu ternyata masih sebatas pada tanda tangan Pak Rt Dan Pak Rw yang rentan dapat dipalsukan ,dan rentan penyogokan. Sehingga dapat dipastikan bahwa adanya pengadaan Retina Scan dan sidik jari hanya asesoris karena yang terjadi adalah semua itu tidak digunakan.walaupun digunakan hanya sebatas asesoris, karena yang pasti data yang ada tidak dapat dibandingkan, sehingga kemungkinan KTP ganda sangat terbuka, sehingga pengadaan alat tersebut sudah dipastikan hanya lucu-lucuan….

Mengapa E –KTP hanya bohong

 

E-Ktp saat ini , saya hanya ingin menggaris bawahi bahwa itu hanyalah penggantian nama agar terlihat keren dan seolah-olah bahwa KTP kita telah diformat dalam bentuk digital dan terhubung ke seluruh Indonesia, tapi juga seperti juga sebuah utopia sebenarnya hal itu tidak akan terjadi, mengapa demikian banyak hal yang dapat membuat E KTp hanyalah angan diantaranya:

  1. 1.     Sumber daya Manusia

Sebuah sistem kependudukan yang mumpuni tentu saja sangat kompleks dan membutuhkan aturan kerja yang baku, rigid dan disiplin.

Sistem kependudukan dewasa ini telah menggunakan sebuah teknologi baru yaitu teknologi informasi, pengetahuan masyarakat indonesia terhadap sistem ini lebih banyak berkubang untuk sosialisasi, bukan menjadi sebuah cara untuk merubah sesuatu menjadi lebih baik.

Ditambah lagi sumber daya manusia yang tidak terbiasa mengggunakan teknology mengakibatkan sistem informasi yang biasanya dibeli dengan APBN atau APBD hanylah sebatas retorika.

Menjadi sangat disayangkan, sesungguhnya sistem ini adalah sebuah revolusi dari manusia , agar manusia menjadi lebih berdaya guna.

 

Sumber daya manusia terutama ditingkat terbawah dalam hal ini sudah seharusnya sangat mengeri teknolgy informasi, tapi sungguh mengharukan jika kita melihat sekeliling, entah kapan semua akan berubah….

 

E-KTP dalam mimpi saya

Kita pasti sering menonton film hollywood, kita sangat sering sekali menjumpai bagaimana dalam film tersebut data kependudukan dengan mudah dapat di ketahui, terutama karena data kependudukan mereka sudah terhubung dengan kepolisian dan nomor jaminan sosial, bagi masyarakat di luar sana yang telah memiliki sebuah pengetahuan tentang bagaimana cara membuat sebuah design untuk nomer kependudukan agar tidak ganda,  pentingnya surat pengantar dari Rt dan RW tidak lagi menjadi sumber utama, karena domisili seseorang dapat berpindah berdasarkan kebutuhan tetapi yang tidak akan berubah adalah nomer kependudukan. Dan dengan nomer kependudukan yang tidak akan dirubah maka apabila kita pindah domisili contohnya, keribeten yang terjadi hanya untuk mengurus surat pindah tentu tidak lagi susah, dan tentu saja tidak menjadi gampang tinggal nyogok semua selesai, dapat surat pengantar dari RT /RW kemudian bikin KTP baru , padahal kita sudah punya lebih dari 1 KTP.

 

 

Nomor Induk penduduk

Walaupun dalam edaran yang saya terima nomor induk penduduk saya dan keluarga tidak akan berubah, saya sangat yakin nomor induk penduduk saya akan berubah, karena berdasarkan nomor yang terbaca, nomor yang keluar dalam surat edaran itu adalah nomor berdasarkan kelurahan domisili saya saat itu, maka apabila saya pindah domisili saya akan menjadi sangat yakin nomor kependudukan saya pun berubah.

Mengapa itu terjadi?

Mengapa itu terjadi?

  1. 1.     Kesalahan pemilihan nomor unik

Selama ini pembuatan nomor penduduk bagi masyarakat indonesia masih menggunakan nomor unik berdasarkan nomor kelurahan yang telah didesign diseluruh Indonesia,padahal  kelurahan, kecamatan kabupaten kota dan propinsi dapat berubah kapanpun, belum lagi jika kita pindah domisili maka dapat dipastikan nomor kita berubah. Sehingga yang namanya nomor seumur hidup itu tidak mungkin terjadi.

      2 .Pemilihan Nomor Unik

Data seseorang dalam sebuah penduduk sudah lazim dikonversi dalam sebuah nomor, itu dapat terjadi dalam banyak hal contohnya nomor rekening bank, nomor KTP, dan sebagainya, hanya saja apabila pemilihan nomor unik tidak tepat menjadikan nomor itu nyaris tidak berguna.

  1. a.     Bukan berdasarkan domisili

Pemilihan nomor yang baik untuk mengkonversi seorang individu tidak layak dengan menggunakan kode domisili dikarenakan individu terutama manusia adalah seseorang yang dapat dipastikan akan melakukan perpindahan domisili , sehingga dipastikan jika kode seseorang adalah berdasarkan domisili maka dia akan selalu berubah.

 

  1. a.     Bukan berdasarkan informasi yeng bersifat pribadi

Mengkonversi seorang individu dalam sebuah nomor tentu juga jangan sampai nomor tersebut dapat berakibat informasi yang besifat pribadi menjadi konsumsi umum

  1. b.     Berdasarkan data acak yang mudah diingat

Pemilihan nomor sesungguhnya adalah pekerjaan rumah yang cukup pelik jika tidak memiliki sebuah tujuan untuk apakah nomor itu sesungguhnya, seorang penduduk dimanapun dia berada seharusnya menjadi sebuah kewajiban negara bahwa dia diakui sebagai seorang individu. Tapi bagaimana cara negara untuk melindungi rakyatnya dan memudahkan seseorang untuk mengetahui dirinya, itulah yang paling penting.

Nomor dapat saja dibuat hanya berdasarkan acak, tetapi tidak memuat jumlah nomor yang banyak sehingga mudah diingat, contoh nomor memiliki  minimal 7 sampai 8  angka/huruf dengan kombinasi keduanya, dengan menggunakan rumus matematika peluang 8 nomor tersebut dapat memberikan kira-kira lebih dari 10 milyar kombinasi angka, saya yakin penduduk Indonesia belum sampai sebanyak itu dan dapat mengantisipasi apabila sampai pada angka 10 milyar  .

Jika seseorang tiba-tiba kehilangan KTPnya dia dapat segera memperbaharuinya dimanapun dia berada, cukup dengan menyebutkan nomor kependudukannya, kemudian dia melakukan pindai retina scan dan sidik jari, jika telah dikonfirmasi semua sama, maka akan keluar KTP baru. Yang sesungguhnya Sama, kecuali jika domisilinya berubah. Tapi domisili berubah tidak lagi mengakibatkan perubahan nomor penduduk. Karena dengan memasukan nomor penduduknya dapat diketahui sejarah kependudukan orang tersebut. Mulai dari pertama kali dia membuat nomor penduduk, selama pindai retina scan dan sidik jarinya tidak hilang.

Penutup

Menjadikan masyarakat indonesia adalah sebuah masyarakat yang terhubung dan juga tidak memiliki data ganda sesungguhnya adalah sebuah impian dari setiap masyarakat, begitupula untuk kemudahan membuat sebuah nomor penduduk adalah sebuah kebutuhan, akan menjadi sangat ironis, jika banyak sekali rakyat yang hidup tanpa nomor kependudukan, karena dengan nomor tersebutlah dirinya menjadi layak sebagai warga negara . Tanpa kita sadari penduduk kita adalah penduduk tanpa perlindungan, walaupun itu terlihat sederhana dan menjadi sangat tidak diperhatikan namun keberadaan kita pribadi bagaimanapun dimata pemerintah memang berupa angka. Jangan sampai angka kita hanya berguna untuk survey pemilu. Contohlah sistem perbankan, institusi ini telah sigap menuju perubahan, data mereka telah terkoneksi ke seluruh cabangnya, pemerintahan memang sangat kompleks tak bisa dibandingakan dengan isntitusi tersebut, tapi jika kita berusaha dan mau berubah dan jangan membuat sistem berdasarkan proyek, saya yakin suatu hari nanti nomor kependudukan kita adalah hal yang paling pertama kita ingat selain nomor telpon pribadi.

Sumberdaya Manusia adalah pilar utama dalam segala perubahan, contoh yang paling kita ingat semua perubahan yang terjadi di Indonesia lebih banyak dengan cara demonstrasi , perubahan lebih banyak dengan cara pemaksaan , sehingga kadang kita sudah sangat ketinggalan. Mungkin ada baiknya, jika mulai sekarang perubahan sudah menjadi keharusan ,sebuah sistem kependudukan yang lama yang tidak lagi dapat dijadikan dasar harus segara berubah, demi perlindungan setiap warga negara, dan kemudahan akses pemerintah dalam melayani rakyatnya. Jangan sampai pemerintah tidak pernah tahu berapa kah jumlah rakyat indonesia yang sesungguhnya, karena dengan sangat penuh keyakinan, saya yakin banyak sekali KTP ganda beredar dan banyak sekali penduduk indonesia tanpa KTP, itu dapat kita mudah jumpai, selain biaya yang mahal dalam pembuatan KTP dan proses yang sangat lama, orang kelas bawah akan merasa pembuatan KTp menjadi tidak berguna, salah satunya pembantu saya , dia sampai sekarang tidak punya KTP, saya yakin banyak sekali penduduk Indonesia tanpa KTP.

Saya sering berfikir terlalu jauh, jangan-jangan penduduk Indonesia yang sesungguhnya sekarang lebih banyak dari India, karena data yang pasti kita tidak pernah tahu.????????

 

Menjadi seorang pengusaha atau pebisnis yang sukses tentu adalah impian setiap orang, tapi bagaimana cara seseorang untuk memulai bisnis ini yang agak sulit. Sehingga dibutuhkan semacam tuntunan bagi para pemula agar dapat ikut bersaing.

Apakah waralaba cocok bagi pebisnis pemula…?
Apakah waralaba akan membawa kita pada kesuksesan kilat…?
Pertanyaan itulah yang sering kita dengar.

Menjadi seorang pebisnis diperlukan suatu takaran dan pertimbangan yang cukup matang, apakah bisnis itu adalah bisnis mandiri yang kita buat secara mandiri, mulai dari awal, ataupun bisnis itu adalah bisnis yang sudah teruji di lapangan. Memilih waralaba sebagai cara kita memulai bisnis boleh dikatakan sedang menjadi tren masa kini. Setiap kali ada pameran produk waralaba, peminatnya berjejal. Tapi benarkah dengan formula bernama waralaba menjadikan kita menjadi pebisnis handal ?. Waralaba seperti apakah yang akan membawa kita pada kesuksesan ?. Tulisan ini ingin sekedar memberi petunjuk bahwa seperti juga cara bisnis yang lain, waralaba pun harus di pilih secara matang.
View full article »

suaramu…

suaramu menggetarkan langit malam anakku…

kau terjang kakimu didunia fana ini dengan hentakan awalmu…

tangisannu menjelma menjadi nyanyian harapan…

oh…anakku…

kau lahir dengan begitu indahnya…

Tuhan kirim kau melalui rahimku…

hadiah terindah milikku…

matamu terbuka pandang wajahku…

tanganmu mengepal terantuk ibumu…

masih ada harum surga ditubuhmu…

oh anakku….

suaramu menggetarkan naluriku…

kekasih…

kekasih …

kata-katamu bagai titik hujan dikemarau panjang

bias matamu bagai ombak laut

menerjang karang dengan hentaman…

ohhhh…..

seandainya saja kekasih…

air mataku tak berakhir di sini..

mengurai hati yang semakin rapuh…

kemudian mengalir hingga senyap…

oh…kekasih…

kata-katamu seolah menyentuh dinding jantungku..

membongkar setiap helai jiwaku..

dan terantuk dalam hangat dekapanmu…

aku luluh oleh manisnya ucapanmu..

terbuai dalam mimpi..yang kau cipta…

berharap itu nyata…

merindu

tengadah kemarau hujan tak datang…

tanah gersang rindukan hujan…

awan bergelayut tanpa gemerisik..

laut berdesir….lambat….

oh……..

merindu bukan berarti..jatuh

kemudian luluh…

walaupun padamu…

milikku

jika matamu tak sewarna laut

mungkin aku takkan mengingatmu…

jika nafasmu tak seranum  melati..

mungkin aku sudah melupakanmu

mataku seolah hanya sewarna dengan warna lautmu…

mencoba meraba seari…melatimu…

salahkah jikA Pesonamu meruntuhkan dinding jiwaku…

yang meronta…

sekedar ingin melihat teduh lautmu….

ramadhan

Yang penyayang……

betapa aku begitu malas hanya untuk mengenalmu…

Yang pengasih…..

betapa aku begitu enggan berjumpa denganmu…

oh seandainya saja sepertiga malam itu milikku…

aku mungkin lebih mengenalmu….

oh seandainya saja malam seribu bulan itu untukku

oh…betapa menuju Mu aku begitu lunglai…

bukankah hariku buih….bagiMu..

semoga saja sepertiga malam hari ini

adalah milikku..

dan ramadhan kali ini

lailaulqodarnya menyentuhku…

amin…

jika

jika saja pasang dapat diulang…

maka hari ini aku tak karam…

jika saja rembulan hari ini bulat..

maka riak laut berubah warna…

oh jika saja waktu bergelayut dan lambat

maka hari ini aku tak rindu malam…

waktu menepi tanpa setapak..

bahkan habis tanpa jejak..

jika saja hari ku lebih buruk dari kemarin..

setapak jejakku tentu muram…..dan merugi…

beruntunglah  dirimu bunga…

kuntummu mekar dihari bahagia..

saat kuncup mulai tiba..

kau diam seribu rasa…

kuntummu  mekar dengan sejuta aroma..

hingga semerbak sejuta rasa…

jika saja aku kumbang..tanpa bunga..

sari semerbakmu hanya milikku…

jika saja…

kau dan aku

kau dan aku seperti awan dan titik air…

yang selalu ada dan tiada…

adakalanya awan datang tapi hujan tak basah…

kau dan aku seperi riak dan gelombang

yang beradu basah dalam lautan

aku dan dirimu beriak dalam satu lautan

mencoba mengayuh gelombang..

yang datar dan terjang.

sesekali kita riak ketepian..

kadang terbelah ditengah batu karang..

kemudian kembali bersatu dalam riak ombak siang..

terhampar dalam putihnya pasir pantai…

terhenyak kala matahari mulai terbenam..

dan kembali beriak saat rembulan pasang…

itulah kau dan aku…

beriak namun tak bergelombang..

berakit hingga pasir pantai kembali landai…

semoga selamat hingga kembali pasang…

jika berwarna adalah sejuta pesona

seperti pelangi yang turun kala hujan siang

jika kelabu adalah tak seriak

seperti langit yang mendung

adakah hatiku kini turun pelangi..

yang penuh dengan warna…

ataukah hatiku kini hujan..

karena aku merasa kelabu…